Kreativitas (Definisi Konsepsional)
I.
PENDAHULUAN
A.
Pengertian Kreativitas
kreativitas
adalah kemampuan seseorang dalam berpikir,mengembangkan serta menciptakan
konsep-konsep maupun gagasan baru yang bisa direalisasikan dan bisa menjadi
sesuatu konsep yang baru yang berbeda dengan konsep-konsep yang ada sebelumnya.
Pengembangan kreativitas sangat bermakna dalam
hidup karena
a. Pertama, karna dengan berkreasi orang dapat
menunjukkan diri dan kemampuannya.
b. Kedua, dengan ]pengembangan kreativitas
dapat memudahkan kita dalam penyelesaian suatu masalah.
c. Ketiga, Memberi kepuasan kepada individu
d.
Keempat,
manusia dapat meningkatkan kualitas hidup mereka
Kreativitas ini bisa dibagi menjadi 4
bagian (pribadi, proses, pendorong, dan produk) :
1. Pribadi
Di tinjau dari aspek pribadi, kreativitas
seseorng dapat muncul ketika berinteraksi sosial dengan lingkungan dan
orang-orang sekitar, dan berbagai macam faktor inilah yang membuat menjadi
kreatif,selain itu juga ada beberapa faktor pribadi yang kreatif: keterbukaan
kepada pengalamanya, kemampuan dalam berinterasi dengan konsep-konsep yang ada,
serta kemampuan memberikan penilainan terhadap sesuatu hal.
2. Prosses
Di tinjau dari proses, menurut torrance
(1998) kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah,
membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan
hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi dan akhirnya menyampaikan
hasil-hasil nya.
3. Pendorong
Di tinjau dari aspek pendorong setiap
kreativitas harus mempunyai dukungan atau dorongan dari luar maupun dari dalam,
karena ini sangat menentukan kreativitas seseorang jika tidak memiliki dorongan
maka setiap orang susah untuk berpikir kreatifitas karena dorongan juga
merupakan motivasi.
4. Produk
Di tinjau dari produk, produk itu adalah
hasil oleh karena itu kreativitas juga menghasilkan produk karena sesuatu yang
mereka ciptakan adalah hasil, atau sesuatu yang baru yang lebih nyata.
B. Definisi Operasional Kreativitas
Kretivitas
merupakan : Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas),
dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi
(mengembangkan, memperkayam memperinci( suatu gagasan.(Munandar SCU, 1077)
C. Definisi Kreativitas menurut Clark
Berdasarkan
hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan :
”Kretivitas merupakan ekspresi
tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintregasi-kan,Yaitu sintesa dari semua
fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic
function of thingking, feelings, sesnsing, and intuiting)”(Jung 1961, Clark
1986).
II.
Teori-Teori
Mengenai Kreativitas
Afifa (2007) mengemukakan bahwa Akses terhadap bidang (Acces to a field)
dapat dilakukan dengan cara memberikan pengakuan terhadap kreativitas seseorang
yang sedang berkarya di bidangnya, membina hubungan baik dengan para pakar dan
orang yang relevan di bidangnya, membantu individu yang menunjukkan minat dan
bakat kreatifnya di bidang seni, membina hubungan dengan lembaga-lembaga
terkait melalui program-programnya.
Teori yang melandasi pengembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi
tiga, yaitu (Basuki, 2010) :
A.
Teori Psikoanalisis
Pribadi yang kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami
traumatis, yang dapat memunculkan gagasan‐gagasan yang disadari dan tidak disadari, serta bercampur menjadi satu
antara pemecahan inovatif dan trauma.
Teori ini terdiri dari:
1.
Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence
mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan
menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab
utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi
sublimasi dan merupakan awal imajinasi. Macam mekanisme pertahanan:
·
Represi ‐ Regresi
·
Konpensasi ‐ Proyeksi
·
Sublimasi ‐ Pembentukan reaksi
·
Rasionalisasi ‐ Pemindahan
·
Identifikasi ‐ Kompartementalisasi
·
Introjeksi
2.
Teori Ernst
Kris
Ernst Kris (dalam Basuki, 2010) menekankan
bahwa mekanisme pertahanan regresi muncul seiring memunculkan tindakan kreatif.
Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu memanggil
pikiran tidak sadar. Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan dalam
pemikirannya. Mereka dapat menghadapi masala‐masalah serius yang dihadapi dalam kehidupannya dengan cara yang segar
dan inovatif, melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive
of The Ego).
B.
Teori
Humanistik
Teori Humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan
psikologis pada tingkat tinggi. Teori Humanistik meliputi:
1.
Teori Maslow
Abraham Maslow (dalam Basuki, 2010) berpendapat bahwa manusia mempunyai
naluri‐naluri dasar yang menjadi nyata sebagai
kebutuhan yaitu kebutuhan fisik atau biologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of
belonging) dan cinta, kebutuhan akan penghagaan dan harga diri, kebutuhan
aktualisasi atau perwujudan diri, Kebutuhan estetik. Kebutuhan‐kebutuhan tersebut mempunyai urutan
hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua
Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut
kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri berkait erat dengan kreativitas. Bila
bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya
pada yang hakiki.
2. Teori Rogers
Carl Rogers (dalam Basuki, 2010) tiga kondisi internal dari pribadi yang
kreatif yakni keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi
patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation), kemampuan untuk
bereksperimen. Ketiga ciri atau kondisi tersebut merupakan dorongan dari dalam
(internal press) untuk berkreasi.
3. Teori Cziksentmihalyi
Ciri tumbuhnya kreativitas pada individu yakni Predisposisi genetis
(genetic predisposition), mempunyai minat pada usia dini pada ranah tertentu
sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas; mempunyai akses
terhadap suatu bidang dengan Adanya sarana dan prasarana serta adanya Pembina
atau mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat;
Access to a field (Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman
sejawat, tokoh‐tokoh penting dalam bidang yang digeluti,
memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan
pakar‐pakar dalam bidang yang diminati sangat
penting untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari orang‐orang penting).
Komentar
Posting Komentar