Perkembangan Psikologi Lansia
A. Biodata Tokoh
John L. Horn lahir di st.
Joseph, Mossouri, 7 September 1928 dan wafat di Los Angeles, California pada
tanggal Agustus tahun 2006. Sebagai seorang sarjana intelek yang banyak
mengembangkan pemikiran-pemikiran psikologi, Horn sangat di hormati di
zamannya.
B. Pembahasan Tokoh
John
Leonard Horn terkenal dengan teori nya yang bernama Crystallized and Fluid
Theory of intelligence yang merupakan pengembangan dari gurunya bernama Raymond
Cattell. Pada teori itu diklarifikasikanbahwa kecerdasan pada manusia dibagi
menjadi 2 kategori, fluid intelligence (kecerdasan cairan), dan crystallized
intelligence (kecerdasan mengkristal).
Fluid
intelligence (kecerdasan cair) dicetuskan sekitar tahun 1960an. Teori ini
merupakan perkembangan dari teori General Intelligence. Dalam hal ini
kecerdasan cair dan kristal dinyatakan sebagai
kecerdasan umum. Kecerdasan cair adalah kecerdasan yang berbasis pada
sifat biologis. Sedangkan kecerasan kristal adalah kecerdasan yang diperoleh
dari proses pembelajaran dan pengalaman hidup. Menurut Horn (1978), baik
kecerdasan yang mencair dan mengkristal melibatkan perilaku karakteristik
esensi dari kecerdasan manusia: hubungan yang menggabungkan, abstrak,
penalaran, pembentukan konsep, dan pemecahan masalah. Namun, mereka
mencerminkan proses yang berbeda akuisi, dipengaruhi oleh anteseden yang
berbeda, yang tercermin dalam ukuran yang berbeda, dan menunjukan pola yang
berbeda dari perubahan selama pendewasaan.
Mari
kita ulas perbedaan ini.
Di
satu sisi, kecerdasan yang mencair mencerminkan proses belajar insidentil
sejauh mana individu telah mengembangkan kualitas yang unik dari pemikiran
independen berbasis budaya. Kecerdasan yang mengkristal, disisi lain
mencerminkan proses belajar derajat yang disengaja, yang secara individu telah
terakulturasi, yaitu telah memasukkan pengetahuan dan keterampilan
budayaberpikir dan bertindak. Perbedaan ini bisa diidentifikasikan melalui
serangkaian tes. Setiap tes yang diberikan dapat mencerminkan kemampuan,
meskipun beberapa tes adalah ukuran yang relatif murni dari satu atau yang lain.
C. Perkembangan
Psikologi Lansia
Perkembangan
psikologi lansia adalah kondisi dimana menurun nya produktivitas pada individu.
Pada fase ini, rentetan perubahan fisik
menjadi bukti terbesar dalam perkembangan tingkat lansia, seperti saat individu
menua,maka ia akan kehilangan sejumlah neoron, unit-unit sel dasar dari sistem
syaraf. Semakin tua individu, kemampuan pertumbuhan neoron akan semakin
menurun. Lalu, perkembangan syaraf sensorik yang melibatkan panca indra seperti
mata, hidung, telinga, lidah, tangan, itu semua akan kehilangan kesensitivitas
nya kala individu semakin beranjak tua. Individu yang menapaki usia lanjut,
adaptasi terhadap suasana gelap misal nya, akan mejadi lebih lambat. Kemudian
dari segi sistem pernafasan. Kapasitas akan menurun pada usia 20 hingga 80
tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru-paru kehilangan elastisitasnya, dada
menyusut, dan diafragma melemah.
Teori Proses
Menjadi Tua
Penuaan adalah proses dimana individu mengalami
perubahan pada bagian anatomi tubuh serta menurunnya fungsi-fungsi syaraf yang
mengatur seluruh anggota tubuh. Banyak teori-oerio yang menjelaskan tentang
proses terjadinya penuaan.
1. Teori Radikal
Bebas (Free Racikal Theory)
Menurut teori ini, sel-sel dalam tubuh dirusak
oleh serangan yang terus menerus dari partikel kimia oksigen radikal bebas,
yaitu molekul oksigen yang memiliki 1 atau lebih elektron, yang tidak berpasangan,
sehingga sangat radikal dan reaktif. Ini menyebabkan jaringan-jaringan
pembentuk organ pun menjadi rusak, dan dari situlah muncul berbagai macam
penyakit, akibat kemunduran fungsi organ yang dikenal dengan penyakit
degeneratif.
Radikal bebas bersumber dari faktor dalam, seperi:
depresi, lelah yang berlebihan, lemas, banyak pikiran, makanan tak teratur dll,
dan dari faktorr luar, seperti: polusi udara, asap rokok, obat-obatan, makanan,
bakteri, virus dll.
2. Teori Pakai dan
Rusak (Wear and Tear Theory)
Menurut teori ini, sel-sel yang ada didalam tubuh
individu lama kelamaan akan rusak karena selalu digunakan. Organ inti seperti
jantung, paru-paru, lambung, ginjal yang sering digunakan lama kelamaaan
kekuatannya akan melemah, hingga menyebabkan individu mati.
3. Teori Kontrol
Genetik
Teori penuaan-terencana berpusat pada program
genetik sesuai DNA masing-masing individu. Warisan genetik tersebut sangat
menentukan seberapa cepat dan seberapa panjang hidup.
D. Perkembangan
Kognitif Lansia
Setelah
mengetahui perkembangan psikologi dewasa lanjut (lansia) melalui beberapa ciri
yang telah disebut diatas, serta rangkaian teori yang disajikan, kini kita akan
melihat perkembangan psikologi lansia menurut John Leonard Horn. Disini, Horn
mengambil dari segi intelejensi perkembangan individu saat menginjak masa tua.
Model
teoritis Horn’s menjelaskan perkembangan kecerdasan yang mencair dan
mengkristal selama rentang hidup individu. Teori ini mendalilkan bahwa
penurunan kecerdasan mencair selama dewasa setelah puncaknya pada masa awal
dewasa, sementara kecerdasan mengkristal meningkat sepanjang masa dewasa.
Teknik
belajar insidentil menghasilkan kecerdasan mencair, dan menurut Horn, proses
pembelajaran insidentil terutama, dipengaruhi oleh fungsi fisiologis dan
neurologis. Basis fisiologis memburuk dari lahir melalui pendewasaan sebagai
hasil dari pematangan negatif, cidera, dan penyakit. Sebagai contoh, dimasa
dewasa akhir (tua) ada bukti kerusakan yang cukup di indeks oleh hilangnya
berat otak, penurunan aliran darah otak dan konsumsi oksigen, serta peningkatan
produk-produk limbah inert dalam neoron. Pematangan pengaruh positif yang
signifikan selama awal kehidupan, tetapi mengalami penurunan di kemudian hari.
Pematangan ini pengaruh positif dari hilangnya dasar fisiologis selama masa
anak-anak dan remaja, menghasilkan keuntungan dalam kecerdasan yang mencair.
Setelah jatuh tempo (usia dewasa lanjut/tua) biologis, efek kerugian fisiologis
menjadi lebih menurun dalam kecerdasan
yang mencair.
Kemudian,
akulturasi (kebudayaan) menghasilkan kecerdasan yang mengkristal. Individu akan
terus bergerak mencari pengalaman, dan mempelajari banyak hal yang tidk
terlupakan. Dari sini lah, terwujud pengalaman akulturasi yang terakumulasi
selama hidupnya. informasi yang ditambah kan ke sistem juga dapat
direstrukturisasi dengan cara yang berbeda. keterampilan lebih halus mungkin di
dipelajari melalui praktek. Proses ini terjadi sepanjang hidup orang dewasa,
meskipun dalam konteks yang berbeda seperti sekolah, keluarga, dan bekerja. Akibatnya
kecerdasan mengkristal dihipotesiskan meningkat selama dewasa.
Jadi,
kesimpulan dari teori kecerdasan mencair dan mengkristal yang di kemukaan oleh
John L. Horn adalah kecerdasan mencair akan menurun secara pasti saat individu
menginjak usia tua. Sedangkan kecerdasan mengkristal merupakan kecerdasan yang
akan tetap ada, dan meningkat seiring dengan peningkatan usia.
Refrensi
Komentar
Posting Komentar